Hi
readers! Kalian tahu gak sih sebenarnya bawang putih punya segudang manfaat.
Salah satunya bisa sebagai antioksidan lho. Pengen tahu lebih dalam mengenai
bawang putih, yuk simak penjelasan berikut
Sumber: https://pixabay.com/id/photos/bawang-putih-siung-bawang-putih-545223/
Radikal bebas sering dikaitkan
dengan berbagai peristiwa patologis seperti peradangan, penuaan, dan penyebab
kanker. Radikal bebas (free radical) adalah atom atau molekul yang mempunyai
elektron tidak berpasangan, terbentuk sebagai hasil antara (intermediet) dalam
suatu reaksi organik melalui proses homolisis dari ikatan kovalen. Reaktivitas
senyawa radikal bebas akan secepat mungkin menyerang komponen seluler yang
berada disekelilingnya seperti senyawa lipid, lipoprotein, protein,
karbohidrat, RNA, maupun DNA. Akibat reaktivitas radikal bebas akan menimbulkan
terjadinya kerusakan struktur maupun fungsi sel (Prasonto, dkk., 2017).
Potensi ekstrak bawang putih
sebagai antioksidan dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit akibat
radikal bebas yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Radikal bebas dapat
berasal dari proses metabolisme dalam tubuh dan dapat berasal dari luar. Radikal
bebas yang berada di dalam tubuh adalah superoksida, hidroksil, peroksil,
hidrogen peroksida dan oksida nitrit. Radikal bebas dari luar tubuh bisa
berasal dari asap rokok, polusi udara, radiasi, sinar UV, obat-obatan,
pestisida, limbah industri dan ozon. Radikal bebas yang berlebihan di dalam
tubuh dapat menyebabkan kerusakan sel-sel jaringan dan enzim-enzim (Sulistyorini, 2015).
Bawang
putih (Allium sativum) merupakan
salah
satu tanaman sayuran umbi yang banyak
ditanam diberbagai negara di dunia. Di Indonesia bawang putih memiliki banyak
nama panggilan seperti orang manado menyebutnya lasuna moputi, orang Makasar
menyebut lasuna kebo dan orang Jawa menyebutnya bawang. Masyarakat pada umumnya
hanya memanfaatkan bagian umbi saja, utamanya hanya sebagai bumbu dapur (Sulistyorini,
2015).
Bawang
putih merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, bawang putih mengandung
beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita seperti allisin, protein,
vitamin A, B1, B2, C dan vitamin D (Hembing, 2002). Zat kimia yang terdapat di
dalam bawang putih yang memiliki aktivitas antioksidan adalah scordinin
berupa senyawa kompleks thioglosida (Yuwono, 1991). Vitamin C dan selenium
(mikromineral penting yang berfungsi sebagai antioksidan) (Solihin, 2009).
Allisin merupakan antioksidan utama dalam bawang putih.
Menurut
(Ebadi, 2006) menyatakan bahwa bawang putih merupakan contoh obat tradisional
yang banyak digunakan masyarakat Indonesia karena memiliki berbagai macam
khasiat. Khasiat yang dimiliki bawang putih adalah sebagai antibakteri,
antifungi, antihipertensi, antioksidan yang memiliki efek hipoglikemik dan
antiagregasi platelet
(Sulistyorini, 2015).
Antioksidan
yang dimiliki bawang putih dapat memberikan
mekanisme pertahanan terhadap radikal bebas.
Penggunaan antioksidan yang berasal dari bahan alam cenderung lebih aman
dibandingkan dengan antioksidan sintetik, karena antiokasidan sintetik dapat
bersifat karsiogenik dan toksik pada tubuh manusia (Sulistyorini, 2015). Dalam
menentukan kandungan antioksidan dari ekstrak bawang
putih menggunakan proses secara maserasi dengan pelarut etanol. Pemilihan
etanol sebagai pelarut karena kemampuan etanol yang lebih baik dalam menarik
bahan aktif di dalam ekstrak dibandingkan dengan pelarut lainnya, mudah dan
relatif murah (Prasonto,
dkk., 2017).
Jadi guys, setelah membaca penjelasan di atas sekarang
kita jadi lebih tahu lagi dan lebih paham kan bahwa sebenarnya manfaat dari
bawang putih banyak banget, salah satunya juga dapat digunakan sebagai
antioksidan, sehingga bisa menjadi informasi tambahan buat kita yang selama ini
menganggap bahwa bawang putih itu cuman bahan yang biasa digunakan untuk
memasak suatu masakan. Oke, sampai di sini dulu ya pembahasan kita, next untuk
kedepannya kalian bisa kasih saran hal apalagi sih yang harus aku bahas di blog
ini. Semoga ilmunya bermanfaat ya guys, see you!
Referensi:
Ebadi, M. 2006. Pharmacodynamic
Basis Of Herbal Medicine Second Edition. New York: Taylor and Francis.
Hembing, Wijayakusuma. 2002. Tanaman Obat Untuk Penyembuhan. Jakarta: Gramedia.
Prasonto, Djuned., dkk. 2017. Uji Aktivitas
Antioksidan Ektrak Bawang Putih (Allium
sativum). Odonto
Dental Journal Volume 4 Nomor 2.
Solihin. 2009. Manfaat
Bawang Putih. Jakarta: Media Management.
Sulistyorini, Arsinta. 2015. Potensi Antioksidan Dan Antijamur Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium
sativum) Dalam Beberapa Pelarut Organik. Malang: Universitas Malik Ibrahim
Malang.
Yuwono, M. 1991. Mencegah
Sakit Dengan Bawang Putih. Surabaya: Surabaya Post.

Wahhh, makasih infonya ini sangat bermanfaat
BalasHapusWahh sangat menginspirasi sekali
BalasHapusBermanfaat sekali artikelnya menambah wawasan dan pengetahuan
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusWah terimakasih informasinya sangat bermanfaat
BalasHapusbermanfaat sekali
BalasHapuswah sangat bermanfaat kk semangat terus
BalasHapusMakasih ka, infonya sangat bermanfaat..
BalasHapusterimakasih kaka๐ sangat bermanfaat sekali๐๐
BalasHapusHuaaa makasih Kaka info nya
BalasHapusJadi ingin nyemil bawang putih, terimakasih kaka infonya
BalasHapusWaww sangat bermanfaat
BalasHapusMantul ini sangat bermanfaat
BalasHapusWah artikel yg bagus, lebih banyak update lagi ka ๐
BalasHapusWow bagus sekali,sangat bermanfaat
BalasHapus