Sabtu, 21 Maret 2020

EKSTRAK BAWANG PUTIH SEBAGAI ANTIOKSIDAN


Hi readers! Kalian tahu gak sih sebenarnya bawang putih punya segudang manfaat. Salah satunya bisa sebagai antioksidan lho. Pengen tahu lebih dalam mengenai bawang putih, yuk simak penjelasan berikut





Sumber: https://pixabay.com/id/photos/bawang-putih-siung-bawang-putih-545223/


Radikal bebas sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa patologis seperti peradangan, penuaan, dan penyebab kanker. Radikal bebas (free radical) adalah atom atau molekul yang mempunyai elektron tidak berpasangan, terbentuk sebagai hasil antara (intermediet) dalam suatu reaksi organik melalui proses homolisis dari ikatan kovalen. Reaktivitas senyawa radikal bebas akan secepat mungkin menyerang komponen seluler yang berada disekelilingnya seperti senyawa lipid, lipoprotein, protein, karbohidrat, RNA, maupun DNA. Akibat reaktivitas radikal bebas akan menimbulkan terjadinya kerusakan struktur maupun fungsi sel (Prasonto, dkk., 2017).

Potensi ekstrak bawang putih sebagai antioksidan dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit akibat radikal bebas yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Radikal bebas dapat berasal dari proses metabolisme dalam tubuh dan dapat berasal dari luar. Radikal bebas yang berada di dalam tubuh adalah superoksida, hidroksil, peroksil, hidrogen peroksida dan oksida nitrit. Radikal bebas dari luar tubuh bisa berasal dari asap rokok, polusi udara, radiasi, sinar UV, obat-obatan, pestisida, limbah industri dan ozon. Radikal bebas yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan sel-sel jaringan dan enzim-enzim (Sulistyorini, 2015).

Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu tanaman sayuran umbi yang banyak ditanam diberbagai negara di dunia. Di Indonesia bawang putih memiliki banyak nama panggilan seperti orang manado menyebutnya lasuna moputi, orang Makasar menyebut lasuna kebo dan orang Jawa menyebutnya bawang. Masyarakat pada umumnya hanya memanfaatkan bagian umbi saja, utamanya hanya sebagai bumbu dapur (Sulistyorini, 2015).

Bawang putih merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, bawang putih mengandung beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita seperti allisin, protein, vitamin A, B1, B2, C dan vitamin D (Hembing, 2002). Zat kimia yang terdapat di dalam bawang putih yang memiliki aktivitas antioksidan adalah scordinin berupa senyawa kompleks thioglosida (Yuwono, 1991). Vitamin C dan selenium (mikromineral penting yang berfungsi sebagai antioksidan) (Solihin, 2009). Allisin merupakan antioksidan utama dalam bawang putih.

Menurut (Ebadi, 2006) menyatakan bahwa bawang putih merupakan contoh obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia karena memiliki berbagai macam khasiat. Khasiat yang dimiliki bawang putih adalah sebagai antibakteri, antifungi, antihipertensi, antioksidan yang memiliki efek hipoglikemik dan antiagregasi platelet (Sulistyorini, 2015).

Antioksidan yang dimiliki bawang putih dapat memberikan mekanisme pertahanan terhadap radikal bebas. Penggunaan antioksidan yang berasal dari bahan alam cenderung lebih aman dibandingkan dengan antioksidan sintetik, karena antiokasidan sintetik dapat bersifat karsiogenik dan toksik pada tubuh manusia (Sulistyorini, 2015). Dalam menentukan kandungan antioksidan dari ekstrak bawang putih menggunakan proses secara maserasi dengan pelarut etanol. Pemilihan etanol sebagai pelarut karena kemampuan etanol yang lebih baik dalam menarik bahan aktif di dalam ekstrak dibandingkan dengan pelarut lainnya, mudah dan relatif murah (Prasonto, dkk., 2017).



Jadi guys, setelah membaca penjelasan di atas sekarang kita jadi lebih tahu lagi dan lebih paham kan bahwa sebenarnya manfaat dari bawang putih banyak banget, salah satunya juga dapat digunakan sebagai antioksidan, sehingga bisa menjadi informasi tambahan buat kita yang selama ini menganggap bahwa bawang putih itu cuman bahan yang biasa digunakan untuk memasak suatu masakan. Oke, sampai di sini dulu ya pembahasan kita, next untuk kedepannya kalian bisa kasih saran hal apalagi sih yang harus aku bahas di blog ini. Semoga ilmunya bermanfaat ya guys, see you!





Referensi:

Ebadi, M. 2006. Pharmacodynamic Basis Of Herbal Medicine Second Edition. New York: Taylor and Francis.

Hembing, Wijayakusuma. 2002. Tanaman Obat Untuk Penyembuhan. Jakarta: Gramedia.

Prasonto, Djuned., dkk. 2017. Uji Aktivitas Antioksidan Ektrak Bawang Putih (Allium sativum). Odonto Dental Journal Volume 4 Nomor 2.

Solihin. 2009. Manfaat Bawang Putih. Jakarta: Media Management.

Sulistyorini, Arsinta. 2015. Potensi Antioksidan Dan Antijamur Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum) Dalam Beberapa Pelarut Organik. Malang: Universitas Malik Ibrahim Malang.

Yuwono, M. 1991. Mencegah Sakit Dengan Bawang Putih. Surabaya: Surabaya Post.

ANTIOKSIDAN

Hi readers! Aku kembali lagi nih, kali ini aku bawa info yang berbeda lho dari sebelumnya. Nah sebelum kita lanjut ke pembahasan, aku peng...